Batuk Pilek mengganggu tidur anak


Seminggu yang lalu si bocil demam. Demamnya memang tidak terlalu tinggi walaupun saya tidak bisa mengukurnya dengan termometer digital yang dibeli si papa untuk darurat setiap kali dia demam sejak masih bayi. Ya karena si bocil ini memang tidak mau ada sesuatu yang menyentuh tubuhnya selain tubuh mamanya ketika dia sedang tak enak badan. Saya capek bin kasihan setiap mau memaksa dia untuk tes suhu menggunakan termometer itu. Ya sudahlah pakai pengukur suhu sederhana saja, tempelan tangan mamanya ke jidatnya si bocil saja. Tak terlalu panas, pikir saya. Lalu saya parutkan bawang merah untuk pertolongan pertama, dicampur dengan minyak kayu putih dan taruh di ubun ubun si bocil. Ketika dia masih bayi, inilah obat tradisional kalau si bocil sudah tidak enak badan, memang sangat menolong kalau demamnya ringan.


Dan sekali lagi dia berontak. Mengakalinya ketika dia sudah terlelap di gendongan, dan ternyata dia sadar ada bawang merah dan minyak kayu putih di kepalanya yang saya oleskan, nangis lagi dan berontak. Ya sudah gak apa apa kok, kata saya. Dan ritual itu terpaksa berhenti. Saya gendong saja si bocil sampai dia terlelap. 

Obat penurun demam pun segera saya siapkan. Rencananya ketika dia terbangun akan segera saya kasih kalau suhu badannya belum turun dan malah naik.


Dan pagi harinya ketika jam menunjukkan untuk sarapan, seperti biasa si bocil lagi asyik nonton Marsa and The Bear sambil saya suapin makan pagi. Tak seperti biasanya dia ogah makan. Makanan yang saya siapkan di piring tidak mau dihabiskan, makan pagi itu susah dan lama. Dan ini berlangsung sampai hari berikutnya, si bocil masih susah makan, tapi untungnya demam sudah turun. Hari berikutnya ditambah batuk yang semakin sering, batuknya tidak berdahak sehingga menguras tenaganya untuk batuk. Kalau sudah batuk lama diemnya. Kadang dia sampai muntah karena perut terus ditekan untuk batuk. Kasihan liat anakku.

Tidur siang ataupun tidur malam juga tidak bisa nyenyak karena batuk. Setiap jam terbangun untuk minta digendong karena tidak nyaman dengan batuk juga hidung mampet karena pilek.
Si papa bilang besok dibawa ke dokter saja mam.
Yah, pagi harinya ketika papa sudah berangkat kerja, saya dan bocil lalu bersiap untuk pergi ke dokter. Saya minta ditemani papa mertua yang kebetulan tinggal di sebelah rumah. Si bocilku sejak bayi sudah langganan dengan dokter Christin di rumah sakit Eka Hospital BSD. Menurut saya dan si papa dokter Christin ini cekatan, jadi waktu dulu kami imunisasi langsung cocok saja. Eka Hos memang rs yang terdekat dari rumah kami, ditambah si bocil dulu lahir disana, ya sudah semua urusan kami untuk berobat, kontrol, atupun hanya sekedar imunisasi si bocil disitu saja disamping cocok dengan dokternya.

Sampai di rs langsung daftar dan dapat nomer 16, sambil menunggu antrian si bocil main main di playarena nya klinik anak. Gak menunggu lama karena memang masih pagi dan antrian belum panjang bin lama.
Dokter Christin memanggil untuk masuk ke ruangannya. Yuk, baby check..

Dan ternyata setelah disenter bagian tenggorokannya, ada beberapa sariawan yang menempel disana.. hmm, ini ternyata penyebab si bocil susah makan belakangan ini. "Dan kemarin sempet demam 2 hari dok", kata saya. "Ya bu, ini sepertinya Flu Singapur, waktu kemarin demam itu tandanya, tapi sekarang sudah baikkan tinggal sariawannya saja. Dan ditambah dia batuk pilek", kata si tante dokter. Okee dok, cuscus, segera kasih obat yang cucok yaaaa...

Dan ada resep yang harus ditebus di apotek rs, dan beberapa macam obat harus diminum paksa si bocil untuk mengurangi batpil n menghilangkan sariawannya. Ada puyer racikan untuk mengurangi batuknya, ada syrup untuk antivirusnya karena memang banyak virus yang sedang beredar, ada syrup juga pengurang pileknya, juga ada pengobat jamur dan sariawan namanya mycostatin.

Selang dua hari setelah minum obat dari si tante dokter, batuknya perlahan mulai reda, ingusnya juga mulai kental yang katanya menandakan infeksinya sudah berkurang, dan lebih bagusnya lagi si bocil jadi bisa tidur nyenyak mamanya juga tidak pegel gendong si bocil terus. Nafsu makannya mulai kembali seperti semula, karna kemarin saya request ke dokter supaya diresepin multivitamin penambah nafsu makan juga.
Puji Tuhan si bocil berangsur angsur mulai pulih seperti semula. Bebas main sana sini, lari larian, sepeda sepedaan bersama kakak kakak sepupunya, main bola tendang sana tendang sini. Ceria lagi. 
Senangnya kalau anak sehat.. ^_^
Share on Google Plus

About Yannti Basuki

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment