Lihat Kebunku Penuh Dengan Sayur Mayur

Halaman depan rumah kami hanya sepetak, mungkin sekitar 4 x 3 m, tapi difungsikan sebagai kebun sayur dan buah. Papa dan mama mertua memang senang sekali berkebun, maklum mereka berdua adalah lulusan akademi pertanian sekaligus pakar tanaman di keluarga kami, dan sewaktu kami membeli rumah ini mereka berpesan bahwa kebun kami nantinya akan ditanami berbagai tanaman sayur dan buah, pokoknya semua yang bermanfaat bukan hanya sekedar indah dipandang.

Bibit bayam dibawa dari rumah papa mertua di Lampung. Bayam ini dikenal dengan jenis bayam petik yang berdaun lebar dan tumbuh tegak besar yang biasanya berasal dari jenis A.Hybridus (bayam kakap). Kandungan zat besi pada bayam relatif lebih tinggi dibanding dengan sayuran lain. Zat besi digunakan untuk pembentukan sel darah merah untuk mencegah anemia. Sedikit pengetahuan yang saya baca dari wikipedia.

Kebanyakan bayam jenis ini dimanfaatkan daunnya untuk dibuat keripik (dibalut tepung lalu di goreng) tetapi saya memasaknya layaknya jenis bayam yang dijual dipasar. Si bocil suka sekali dengan sayur bening bayam. Dan bayam ini lembut dimakan mulai daun yang pucuk bahkan daun yang tua pun sama lembutnya. Itulah mengapa si papa mertua senang sekali menyebar benih bayam ini, agar konsumsi sayur segar selalu tersedia untuk cucunya..Untuk kasus ini sayuran sehat kami sayur organik kan? ^_^

Daun katuk juga mempunyai gizi yang sama besarnya dengan bayam. Daun katuk yang sering dipetik juga lembut untuk dikonsumsi seluruh keluarga. Tetapi ada juga yang tidak suka dengan baunya yang sedikit langu.
Ibu hamil dan menyusui biasanya gemar mengkonsumsi daun katuk untuk memperlancar ASI.
Kalau pohon kunyit tersebar di tanah sepetak kami. ini tidak disengaja, kenapa? karena waktu itu saya membeli sekantong plastik bumbu rempah dapur di tukang sayur. Waktu itu kebetulan yang sering saya pakai adalah lengkuas dan daun salam, dan yang lain seperti kunyit dan daun sereh lama tak tersentuh tangan saya untuk memasak. Maklum ketika itu masih awal awal pindahan rumah dan saya masih enggan memasak yang tingkat kesulitannya komplex bin lama. 

Dalam kamus saya, menggunakan bumbu dapur yang jumlahnya lebih dari 5 itu adalah masakan tingkat tinggi, hehehe, yaah saya lebih mengenal masakan yang simpel seperti tumis tempe, tumis kacang panjang, pokoknya segala tumisan, sup, dan cah... ^_^ 

Dan kunyit juga daun sereh adalah bumbu rempah yang kebanyakan digunakan untuk memasak tingkat tinggi. Karenanya ketika beberapa butir kunyit masih saja tersimpan di rak bumbu dapur saya, saya langsung menguburnya di kebun. Yah, tak disangka sekarang pohon kunyit itu tumbuh dengan subur dan sudah pernah panen sekali dan segera saja saya bagikan gratis kepada para tetangga.. ^_^

Kunyit adalah rempah rempah yang sering digunakan dalam masakan di negara Asia. Kunyit sering digunakan untuk masakan sejenis gulai, sebagai pemberi warna kuning pada makanan, dan bisa juga sebagai pengawet. Kunyit juga digunakan sebagai obat anti gatal, anti septik, anti kejang serta mengurangi pembengkakan selaput lendir mulut. 

Kunyit juga berkhasiat untuk mendinginkan badan, membersihkan, mempengaruhi bagian perut terutama lambung. Biasanya saya juga mengkonsumsinya untuk meredakan nyeri dan membuat tubuh menjadi segar ketika datang bulan. Kunyit diparut kemudian diperas dan disaring seperti membuat santan kelapa, setelah itu direbus dengan ditambahkan asam jawa dan gula jawa atau gula pasir bisa juga dengan madu. Jadilah minuman kunyit asam buatan sendiri yang menyegarkan. ^_^

Sedangkan kedua pohon jeruk yaitu jenis jeruk purut dan jeruk kecil saya dapatkan dari toko tanaman di daerah taman tekno BSD. Niat saya pertama kali membeli pohon jeruk purut ini untuk saya manfaatkan daunnya sebagai pengharum masakan. Biasanya saya pergunakan untuk penyedap di adonan rempeyek. Dan saya merasa terlalu mahal apabila membeli ditukang sayur langganan, hanya beberapa lembar daun saja harganya seribu dua ribu perak. Maklum namanya juga ibu ibu,,^_^ ngeles.com Jadilah saya tanam saja pohon jeruk purut ini di kebun kecil saya.

Jeruk ini buahnya kecil imut, tapi rasanya luar biasa masam. Kadang apabila ingin merasakan es jeruk di tengah teriknya siang, saya hanya membutuhkan satu atau dua buah jeruk saja. Dengan ditambah gula pasir yang banyak karena untuk menutupi rasa masamnya yang pekat, siram dengan air es, aahh segarnyaa.. ^_^

Kali ini pohon jeruk saya ini sedang berbunga, dan sebentar lagi saya akan segera panen jeruk. Yang penasaran dengan rasanya yang segar cenderung asam silakan berkunjung yaa? ^_^

Yang paling saya sukai ketika membuat kolak adalah dengan memetik daun pandan sendiri. Daunnya hijau dan berbentuk seperti pedang tumbuh subur di bagian depan kebun saya, seakan dia menyambut siapa saja yang datang berkunjung. Baunya harum khas pandan. Membuat bau apek menjadi segar.

Dan betapa gembiranya saya ketika melihat pohon pare / paria itu mengeluarkan bunga berwarna kuning dan disampingnya buah pare yang sudah remaja sebentar lagi tua, matang dan siap diolah. Ada beberapa buah yang tergantung disana. Ya, tumis pare dengan cumi asin atau ebi memang menjadi makanan favorit saya. Walaupun rasanya yang sedikit pahit tetapi tidak mengurangi kecintaan saya pada buah ini.

Tanaman paria ini adalah tanaman merambat. Seperti yang anda lihat di foto, dibutuhkan batang bambu agar tanaman ini bergerak ke atas dan menjulang, karena apabila dibiarkan merambat di tanah, buah paria akan segera membusuk. Dan lagi lagi si papa mertua yang telah berjasa membuat tanaman paria ini menjadi cantik. 

Untuk daun bawang pun saya sudah sangat jarang membelinya di tukang sayur. Saya tinggal mengambilnya di pot jika ingin membuat sup atau masakan yang lain yang menggunakan daun bawang. Selalu segar setiap saat bukan? ^_^

Kata mama mertua sebentar lagi beliau akan membuatkan sepanci bubur kacang hijau jika pohon kacang hijau yang ditanam sudah masak. Wow, senangnya saya. Bubur kacang hijau pun hasil panen sendiri. 

Kacang hijau merupakan sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Lemak kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak jenuh tinggi ini penting untuk menjaga kesehatan jantung. Kacang hijau mengandung vitamin B1 yang berguna untuk pertumbuhan dan vitalitas pria. Maka kacang hijau dan teman-temannya sangat cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang baru saja menikah.

Kacang hijau juga mengandung multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh, oleh karena itu anak-anak dan wanita yang baru saja melahirkan dianjurkan untuk mengkonsumsinya. 
Selain untuk dikonsumsi buahnya, akar tanaman kacang hijau ini berguna juga untuk menyuburkan tanah. 

Sama dengan tanaman paria, tanaman tomat juga mengisi kebun saya yang mungil. Tanaman ini adalah jenis tanaman yang malas karena batangnya tidak kuat menopang daun, ranting dan buahnya. Karenanya sebilah bambu juga sangat berharga jasanya untuk membuat tanaman ini tetap berdiri tegak dan buahnya tidak jatuh lunglai di tanah yang bisa menyebabkan buah cepat busuk.
Saya gemar memanfaatkannya untuk membuat sambal tomat ataupun sambal terasi. 

Dan berkebun kali ini diakhiri dengan memanen daun bayam. Sore ini saya akan membuatkan sayur bening bayam untuk si bocil, sayur favoritnya . ^_^.

Sayuran hasil kebun saya adalah sayuran organik juga kan? yang kalau dibeli di pasar modern harganya 3 x lipat sayuran biasa. Karenanya daripada beli, lebih baik menanamnya jika anda mempunyai sedikit lahan yang bisa dimanfaatkan. it is trully organik. Bagaimana, apakah anda berniat mencoba? ^_^



 Source wikipedia
Share on Google Plus

About Yannti Basuki

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

2 comments:

  1. Makasih ya atas infonya sangat menarik dan dapat menambah pengetahuan, salam kenal dari Kolang kaling sirup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenall juga. Terima kasih sama sama mas Fathul. Senang kalau bisa menambah info banyak orang.

      Delete