Soto Banyumas atau Soto Sokaraja nih?


Kemarin siang mama mertua datang membawa pisau dan pergi ke halaman. Mau ngapain ma? tanya saya. Mau ambil batang sereh, katanya. Mau masak apa? tanya saya juga. Buat soto, jawabnya. Wah segar sekali pikir saya, pas cuaca mendung dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan, menikmati soto yang baru saja diangkat dari api sangatlah sedap. 

Baru sekitar dua hari yang lalu saya mengidamkan semangkuk soto banyumas. Saya jadi teringat jika sedang berkunjung ke tempat orang tua saya di Gombong, mama sering mengajak jalan-jalan ke kota Purwokerto, dan ketika kami melewati kota Banyumas tak ketinggalan saya request untuk mampir ke kedai soto Gareng di Banyumas menikmati semangkuk atau dua mangkuk soto khas warung Gareng. Memang belum ada yang bisa menandingi rasa dan kelezatan dari soto Gareng itu. Jenisnya seperti soto Banyumas. Kuah soto yang disiram dengan sambel kacang. Dan tentu saja, remasan kerupuk yang banyak. Hmm, nikmatnya..





Jika soto Banyumas menggunakan isian berupa soun, suwiran ayam, ketupat, dan daun bawang saja, kali ini soto mama mertua dimodifikasi lebih lengkap menggunakan tauge dan kol yang diiris halus. Perbedaan soto Sokaraja dan soto lainnya adalah pada sambelnya. Soto Sokaraja menggunakan sambal kacang yang dicampur di kuahnya. Sehingga citarasanya lebih gurih dan manis. Maklum, lidah jawa suka yang manis-manis. ^_^

Kali ini saya terima makannya saja. Karena mama mertua sudah menyiapkan semua sampai pelengkapnya juga yaitu kerupuk dan sambel kacang. Tinggal disantap dan hap. ^_^

Berikut resepnya ya.

Soto Ayam

Resep by mama mertua

Bahan-bahan:

- 1/2 ekor ayam kampung
- 100 gram soun
- 1/2 buah kol
- 200 gram tauge
- 3 liter air untuk bumbu dan kuah
- 5 buah bawang putih
- 3 buah kemiri sangrai
- 2 batang sereh
- 5 lembar daun salam
- 2 ruas / 2 cm lengkuas
- 5 lembar daun jeruk
- 3 cm jahe
- 1 sendok teh merica
- 1 sendok makan ketumbar sangrai
- 3 cm kunyit
- 4 sendok teh garam
- 1 sendok teh gula pasir
- 1 sendok teh kaldu bubuk (saya pakai kaldu jamur)
-2 sendok teh minyak untuk menumis bumbu

Pelengkap:

- daun bawang, iris halus
- bawang merah goreng
- kerupuk
- sambal kacang
- kecap manis

Cara membuat:

Cuci bersih ayam dan potong-potong sesuai selera. (1/2 ekor ayam, saya potong menjadi 6 bagian)

Siapkan panci, rebus ayam.

Haluskan bawang putih, kemiri, merica, ketumbar, kunyit. Sisihkan.

Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai berbau harum dan matang, masukkan lengkuas, jahe, dan sereh yang sudah digeprek, daun salam, daun jeruk. Masak sampai semua matang dan tuang ke dalam air rebusan ayam. Tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai ayam menjadi empuk. Sesuaikan dengan selera anda rasa asin dan manis kuahnya ya.

Siapkan panci, rebus soun jika anda menggunakan soun kering. Tapi jika anda menggunakan soun basah, jerang dalam air panas sebentar saja.
Jerang juga tauge.

Iris halus kol. Tata dalam mangkuk besar bersama tauge dan soun yang sudah setengah matang.


Untuk cara membuat sambal kacangnya sudah pernah saya posting bersama cilok kenyal, klik disini ya kalau anda belum pernah membacanya.

Untuk penyajiannya:

Siapkan mangkuk, ambil soun, tauge, dan kol, masing-masing kira-kira segenggam. Taburi suwiran ayam diatasnya, kemudian kerupuk yang diremas terlebih dahulu, setelah itu taburi daun bawang dan bawang goreng. Beri kecap jika anda suka rasa manis, kemudian siram dengan bumbu kacang.
Terakhir tuang kuah soto panas-panas. Nyammm, nikmatnya serasa pulang kampung. ^_^







Share on Google Plus

About Yannti Basuki

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment