Cuko Palembang - Si Cuka Pempek



Sebenarnya sudah lama saya membuat cuko ini, saya menyimpannya di dalam kulkas untuk persediaan. Cuka yang berwarna hitam ini sangat cocok jika disantap bersama pempek, dengan gorengan pun seperti tahu isi dan bakwan membuat cita rasa bakwan dan tahu isi menjadi berbeda dan lebih nikmat. Keluarga si papa yang mengenalkan pada saya enaknya memandikan bakwan di dalam semangkuk cuka sambil menyeruput air cukanya. Awalnya memang sedikit aneh bagi saya yang lahir dan tinggal di pulau jawa, kalau makan bakwan atau tahu isi ya cabai rawit hijau temannya yang paling pas, dan cuka khusus bersahabat dengan si pempek. Ternyata sekarang ketagihan juga ketika saya mengetahui metode cara memakan bakwan yang lezat. Tak ada cuka, makan bakwan menjadi hambar seperti masakan tanpa garam.. ^_^ 

Cuko yang harum ternyata mempunyai trik khusus dalam pembuatannya. Setelah semua mendidih dan bumbu dimasukkan, tutup panci tak boleh dibuka sampai dingin. Mama mertua yang mengajarkannya. Beruntungnya saya yang sudah mendapat banyak ilmu memasak darinya. Karenanya saya juga ingin berbagi dengan anda para pembaca supaya ilmu permasakkan kita selalu bertambah. hehehe.

Sayangnya tak sempat saya mengabadikan foto-foto cuko dalam mangkuk saji. Lebih tepatnya lupa karena si cuko sempat mengendap beberapa hari di kulkas sampai akhirnya pempek dos kemarin dibuat dan cuko ini bermanfaat. Dan ketika disandingkan dengan si pempek, cuko satu wadahyang saya buat langsung habis tak bersisa. Ketinggalan deh untuk menjepretnya. ^_^

Tapi walaupun tak sekental yang asli dari Palembang sana, cuko ini tetap enak kok -menghibur diri dotkom ^_^. Kabarnya kalau mau membuat cuko yang seperti aslinya, bahan pokoknya harus diimpor dari Palembang sana. Seperti asam dan gula jawa tidak dijual bebas disini, walaupun disini adalah pulau Jawa. 

Okeh, kita cekidot saja yuk.

Cuko Palembang

resep by mama mertua

Bahan-bahan:

- 50 gram atau 3 sendok makan asam jawa
- 150 gram gula jawa
- 1/2 sendok teh garam
- 4 butir bawang putih
- 5 buah cabai rawit, atau tergantung tingkat kepedasan yang diinginkan
- 1/2 - 1 keping terasi yang sudah di bakar
- 1 sendok makan ebi
- 1 sendok teh kaldu bubuk (opsional)


Cara membuat:

Rebus asam dan gula jawa bersama 1 liter air.



Sementara itu haluskan bawang putih, cabai rawit, terasi, dan ebi. Sisihkan.


Aduk gula dan asam jawa agar larut dengan air rebusan, aduk sampai mendidih.

Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, tambahkan garam dan kaldu bubuk, saya memakai kaldu bubuk jamur. Cicipi rasanya, tambahkan garam atau gula sampai rasanya pas.

Aduk sampai mendidih kembali. Kemudian matikan api.

Tutup panci dan jangan dibuka sampai panci dingin.



Hal ini dimaksudkan agar aroma cuka keluar.

Setelah dingin, saring cuka dan buang ampasnya.

Cuka atau cuko siap disajikan bersama bakwan, tahu isi, juga pempek.

Jika anda belum berencana menyantapnya, bisa disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas sampai satu minggu.




Share on Google Plus

About Yannti Basuki

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment