Buntil Daun Singkong - Kuah Santannya Gurih Mantap


Sebenarnya daun pembungkus buntil yang familiar adalah daun pepaya juga daun talas. Daun talas menjadi sangat lembut ketika dimasak. Sayangnya keberadaan daun talas di tukang-tukang sayur di sekitar komplek saya hampir dikatakan tidak pernah ada. Daun pepaya sebenarnya banyak dijual oleh para tukang sayuran tapi dasar saya, karena mendapatkan daun singkong dengan cuma-cuma jadilah menggunakan daun singkong saja yang melimpah jumlahnya, ditambah gratis.


Karena saya yang pemalas tapi niat membuat buntil yang menggebu-gebu, jadilah saya hanya membeli kelapa parut di tukang sayur langganan. Nah teman, kalau anda memang niat membuat buntil carilah sebutir kelapa muda lalu anda parut sendiri. Dijamin rasanya pasti lebih maknyus. Isian buntil seharusnya memang menggunakan kelapa muda, tak hanya buntil bahan untuk urap pun juga lebih enak kalau menggunakan kelapa muda. Saya jadi teringat dahulu ketika masih kecil ditempat simbah, mencicipi bumbu urap yang baru saja matang diangkat dari kukusan dan bumbu kelapanya dibungkus dalam daun pisang, aromanya menggelitik saya untuk mencicipinya. Dan benar sekali rasanya lembut, enak, manis, gurih, dan pedas. Terbayang nikmatnya kan? Nyammm ;)

Kembali ke buntil. Sebenarnya tidak seribet yang dibayangkan ketika akan membuat buntil kok. Semuanya itu tergantung dari niat anda. Hehehe. Prosesnya itu mengasyikkan walaupun sedikit melelahkan. Nah daun singkong ini terlebih dahulu harus direbus sebentar agar lunak ketika akan diajak untuk membungkus isian buntil. Kalau buat anda yang malas sih sah-sah saja kalau mau langsung menggunakan daun singkong yang mentah alias tidak direbus dahulu. Hanya nantinya sisi luar buntil akan sedikit agak keras.
Dan setelah bungkusan buntil selesai memang harus direbus bersama kuah santan agar si buntil ini terlapisi dengan kuah santan yang kental nyemek-nyemek (istilah orang jawa). Kalau di Gombong gulungan daun singkong biasanya disiram dengan kuah santan lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus sampai matang yang berarti kuah santan sudah menyatu dengan gulungan daun singkong dan daun pisang berubah warna menjadi hijau kekuning-kuningan. Rasanya? Gak usah ditanya, pasti Top Markotop. ^_^

Berikut resep dan prosesnya ya..

Resep Buntil Daun Singkong

Bahan buntil:

- sekitar 20 lembar daun singkong
- 200 ml santan kara ditambah 300 ml air
- 700 ml air

Bahan isi:

- 1/2 butir kelapa muda, parut
- 50 gram teri jengki

Bumbu isi, haluskan:

- 4 butir bawang putih
- 1 ruas jari kencur
- 5 buah cabai rawit merah
- 1 sendok teh terasi bakar
- 2-3 lembar daun jeruk purut
- 2 sendok teh garam
- 2 sendok makan gula jawa sisir
- 2 sendok teh air asam jawa
- 1 sendok teh gula pasir

Bumbu kuah santan:

- 3 butir bawang merah
- 3 butir bawang putih
- 5 buah cabai rawit merah
- 5 buah cabai merah keriting
- 1 ruas jari kunyit
- 1 ruas jari jahe
- 3 buah kemiri sangrai
- 1/2 sendok teh ketumbar bubuk sangrai
- 1 buah batang serai
- 2 sendok teh garam
- 1 sendok makan gula jawa sisir
- 1 sendok teh gula pasir

Cara membuat:

Siapkan daun singkong, cuci bersih.

Didihkan air sepanci untuk merebus daun. Masukkan daun di air mendidih, aduk aduk, rebus selama kurang lebih 5 menit, angkat tiriskan. Siram dengan air dingin, dan peras airnya.


Daun siap digunakan untuk membungkus. Sisihkan.

Siapkan kelapa muda yang sudah diparut dalam wadah besar tambahkan teri jengki, lalu masukkan semua bumbu isi yang sudah dihaluskan. Aduk sampai benar benar rata.


Kemudian siapkan lembaran daun singkong, tumpuk menjadi beberapa lembaaran, lalu isi dengan satu sendok kelapa berbumbu tadi diatas daun. Gulung perlahan daun dan kepal-kepal agar semua menyatu.

Lakukan sampai daun dan isiannya habis.


Setelah menggulung selesai, tata gulungan itu dalam wadah kukusan, dan kukus sampai matang, kira-kira 30-45 menit.

Sekarang kita akan membuat kuah santannya.

Panaskan 2 sendok makan minyak, tumis semua bumbu untuk kuah santan yang sudah dihaluskan tadi sampai matang, harum dan berubah warna. Kemudian masukkan santan kental juga airnya. Aduk terus sampai mendidih.

Cicipi rasanya, tambahkan gula dan garam sesuai selera ya. Apabila sudah pas dan mantepp, masukkan gulungan daun dan aduk aduk pelan supanya gulungan tidak berubah.


Masukkan cabai rawit gelondongan untuk menambah cita rasa pedas.

Masak sampai kuah menyusut, kental, dan cabai matang.

Kalau sudah matang, angkat, dan siapkan di piring saji.

Ditemani sepiring nasi putih hangat, duhhhh nikmatnyaa serasa di kampung. Hilang deh capek dan lelah ketika membuatnya tadi.

Perasaan sih gak ribet deh... Setuju kan? ^_^v

Selamat mencoba ya..
Share on Google Plus

About Yannti Basuki

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment