Sepenggal Cerita - Liburan ke BALI

Bandara Ngurah Rai - Bali

Yess, Bali..
Destinasi semua pelancong baik lokal maupun internasional. Pulau Bali menjadi pusat budaya asli terbaik yang dimiliki negeri tercinta kita Indonesia. Tak ada tempat lain senyaman Bali. Sebuah kombinasi yang lengkap antara penduduk lokal yang ramah dan daerah yang indah. Dan budaya Bali masih terjaga hingga kini walaupun setiap jam setiap detik orang orang asing berdatangan silih berganti. Bandara Ngurah Rai ini juga tak pernah sepi, tetapi semua fasilitas dijaga dan selalu diperbaharui untuk melayani pengunjung. 


Ya sebulan yang lalu keluarga kami bertandang ke Bali, sekedar ingin berlibur dari aktifitas sehari hari, update foto-foto, dan mengenalkan kepada si bocil betapa indah alam kita ini. Ketika hari sudah sangat dekat dengan jadwal terbang, jantung ini berdegup kencang, yeah mungkin hampir sama ketika mau bertemu dengan pacar pertama kali ya.. Lebay memang, tapi bener ini yang aku rasakan. Hahaha.. Maklum, aku dan suami belum pernah merasakan liburan honeymoon, jadi agak sedikit katrok ya. Bisa dibilang ini honeymoon pertama kali sejak menikah sampai sekarang anak sudah berumur 3 tahun. Makannya, so excited...
Liburan kami ini tidak sendiri, karena mama papa aku menyusul terbang dari Jogja ke Denpasar untuk liburan bersama kami. Aku tahu sebenarnya modus mereka ikut liburan, hanya ingin main bersama cucu kesayangannya itu. Dan aku juga punya modus dong, bisa sedikit bebas berduaan bareng suamik. Hahahaha, ups keceplosan. 

Si bocil anteng duduk di troli diatas koper. Menikmati sejenak jadi si Bolang.

Tiket PP dan kamar hotel tempat kami menginap disana sudah dipesan jauh hari sebelumnya agar kami bisa mendapatkan harga yang sedikit miring. Semua pemesanan kami menggunakan Traveloka.com. Sejauh ini aku puas menggunakan situs traveloka ya karena memang informasi yang diberikan disitu detail terlebih untuk kamar hotelnya selain discount yang diberikan lumayan besar. Jangan lupa kalau kalian mau menggunakan traveloka or situs tiket voucher hotel yang lain baca dulu review pengunjung. Infonya itu sangat membantu menemukan kecocokan kita dengan hotel dan tujuan kita, secara kita kan masih buta daerah sana kan...



Dan kami punya waktu selama 4 hari 3 malam untuk menjelajah daerah wisata di Bali. Sebenarnya aku sendiri hampir semua tempat wisata di Bali sudah pernah dikunjungi, dulu tahun 2005 bersama mama dan keluarga tante. Tapi berhubung si Papa El belum semua berhasil dikunjunginya ketika ada acara kantor sekitar 3 tahun lalu, makannya dia kepo. Maklum lah. Dan jadwal itenary padat sodara-sodara. 

Ohya, sebelum sampai ke Bali kami juga sudah memesan mobil untuk kami gunakan selama di Bali, aku dikenalkan oleh seorang temanku yang membuka jasa rental mobil di Denpasar. Selain itu dia juga menyediakan voucher tiket wahana rekreasi yang lain, misalnya bermacam wahana yang tersedia di nusa dua, banana boat, flying fish, glass bottem boat, jet sky, dll. Harganya tergolong murah kalau booking diawal, dibanding langsung beli on the spot bakalan di mahalin mentah mentah.
Mobilnya juga bisa pilih, mau yang standar, murah, matic ataupun manual, ada juga yang mahal, dengan atau tanpa supir, bensin atau tanpa bensin. Pilihan variatif deh, disesuaikan dengan kebutuhan kita saja. CP nya cik ILen 081573631535, semoga membantu yah. ;)

Kembali ke itenary, Hari pertama dimulai. Persiapan menuju bandara Soekarno-Hatta, si bocil dengan gampangnya dibangunin terus mandi, mamanya gak pakai acara tarik urat alias teriak-teriak. Ternyata kecil-kecil sudah tau enaknya liburan ya.
Sampai di bandara masih terlalu pagi karena kami menghindari macet. Lebih baik datang jauh lebih awal dibanding datang telat dan ditinggal pesawat. Kami bisa menikmati sarapan dulu di Bakmi GM,  yang terletak di ground floor terminal 3.

Dan akhirnya perjalanan dimulai.

Hari pertama

Sebuah pesawat membawa kami ke tujuan, Denpasar. Kami tiba pukul 12 waktu setempat. Dan sudah dijemput oleh pak supir dan mobil pesanan kami. Orang asli Bali dan friendly, si bocil memanggilnya om Putu. Kami langsung menuju hotel untuk rehat sebentar sekalian menunggu mama papa penerbangan dari Jogja yang perkiraan sampai pukul 2 siang. 

Perut keroncongan dan tak berpikir panjang kami langsung meminta diantarkan ke sebuah warung makan khas Bali, nasi campur Bali, tapi maaf ya ini non Halal. Namanya warung babi guling pak Malen, sepertinya sudah sangat terkenal karena banyak referensi yang mengarahkan. Terletak di jalan Sunset Road, semula kami diantarkan ke pojokan jalan, karena memang alamatnya disitu (kata om Putu) tapi ternyata sekarang warung pak Malen sudah pindah, masih di jalan yang sama hanya warungnya sudah lebih besar dari sebelumnya. Kalau kamu mau mencarinya awas jangan sampai kebablasan ya, kurang lebih 200m sebelum warung yang dulu di perempatan.

Menu di warung Pak Malen

Sepiring nasi hangat, kuah sup babi, dan sepiring lauk yang terdiri dari sate, sayuran/urap bali, irisan babi guling, babi guling dimasak apa gak tau, kerupuk kulit babi. Gak tau apa aja itu di piring lauk, tapi enak banget. Si papa El sampai tambah sepiring nasi lagi saking enaknya. Katanya ini bener-bener enak, TOP. Kuahnya seger, rasa dan bau babi hampir hilang tertutup rempah rempah khas Bali. enak banget. Pertama kali kami makan berdua di Bali dan kesengsem, besok bakalan balik sini lagi kata papaEl.

Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang waktu setempat, dan kami harus bergegas kembali ke bandara untuk menjemput oma dan opa si bocil. Ditengah jalan telpon pun berdering yang mengabarkan kalau penerbangan dari Jogja ditunda 1 jam lagi. Akhirnya kami menunggu sebentar dan ternyata papa menelpon lagi kalau penerbangannya ditunda kembali 1 jam lagi. Padahal jadwal kami sore itu ke tanah lot untuk menikmati sunset. Putar otak dan tak mau ketinggalan sunset, akhirnya mama dan papaku harus rela tidak bisa ikut ke tanah lot dan menggunakan taksi untuk menuju hotel, menikmati hotel sampai kami pulang nanti malam. Hehehe, anak nakal ya? Mama papanya ditinggal..

Tanah Lot

Kami tiba di Tanah Lot sekitar pukul 3.30 WITA, dan cuaca sangat cerah, panas menyengat. Untuk tiket masuknya tergolong cukup murah, kalau tidak salah ingat sekitar 20ribu rupiah untuk turis lokal. Saat itu air laut sedang surut, karenanya banyak orang yang menyeberang menuju bukit pura yang terletak agak ketengah laut itu. Kalau air laut sedang pasang para pengunjung tidak bisa berjalan menyeberang kesana. Dan kami terima hanya melihat pura dari kejauhan saja, bawa si bocil pasti yang ada malah hanya main air dan baju basah ketika menyeberang. Banyak para turis asing yang excited cuma pake baju setelan yang pendek-pendek berpanas panas menikmati keindahan tanah lot. Kalau kami cari pohon besar duduk dibawahnya sambil berteduh, bener-bener super panas cuacanya. 



Angin sumilir buat ngantuk, lalu kami beranjak dan berjalan ke arah atas kanan dari arah pura pertama mengikuti aliran arus para pengunjung tanah lot. Ke bukit sebelah. Disitu banyak rerumputaan hijau yang bersih di pinggir jurang. Para pengunjung memanfaatkan waktu menunggu matahari tenggelam sambil duduk santai, tiduran, foto-foto dan saling bercanda. Suasana pokoknya seperti lagi berada di luar negeri soalnya orangnya kebanyakan bule. Dan sunset yang ditunggu datang, semua orang berjajar di pinggir jurang dan mengabadikan sebuah moment langka itu, karena memang tidak setiap hari cuaca bisa secerah sore itu, kata salah seorang pengunjung. Setelah selesai foto-foto matahari yang perlahan tenggelam ke laut, kami bergegas pulang.

Hari kedua

Hari ini kami menjadwalkan wisata ke dataran tinggi, Bedugul. Pura Ulun Danu Beratan. Pura yang terletak di tengah danau Beratan. Berbeda dengan Tanah Lot cuaca disini begitu dingin. Dan tiket masuk dibandrol 10ribu per orang turis domestik.



Lagi lagi air danau sedang surut karenanya banyak pengunjung bisa berjalan kaki ke pura yang seharusnya tergenang air itu.



Kawasan Danau Beratan tertata dengan apik dan bersih. Di sekitar pura terdapat juga taman bunga dan taman bermain untuk anak-anak. Si bocil senang dan sempat tidak mau pulang karena nyaman, harus pakai jurus rayu dulu agar dia mau pulang.



Apabila kamu merencanakan ke Bedugul juga mulailah dengan pagi hari. Karena perjalanan agak jauh dari Denpasar ataupun Kuta. Kemarin dari hotel di Legian kami tempuh sekitar 2 jam ke Bedugul, kami sampai jam 11.00 waktu setempat, dan cuaca sudah sedikit mendung. Kabarnya kalau sudah lewat tengah hari cuaca bisa tiba-tiba berubah dan turun hujan. So, persiapkan saja ya.

Sudah puas kami berfoto ria, jam 12 pulang sambil menahan perut keroncongan. Kami langsung menuju Kuta untuk mencoba makan di warung Made.
Sayangnya saya lupa mengabadikan setiap moment di warung Made, maapkeun yaah, kelaparan jadi lupa semuanya. Begitu sampai langsung pesen dan dilahap semampunya.
Tapi disini setiap porsi yang disajikan cukup banyk, sampai sepiringpun aku tak habis sepenuhnya dengan perut yang keroncongan. Opa Oma si bocil memesan 1/2 nasi campur 1/2 gado-gado yang konon katanya tiada duanya itu, Papa El memesan nasi campur Bali special pake sate, sedangkan aku nasi campur Bali komplit. Rasanya tidak senendang nasi Campur Pak Malen. Hahahaha. -penggemar berat pak Malen, maklum.. Untuk harga warung Made juga tergolong diatas rata-rata.

Selesai makan siang-sore itu kami langsung menjajal salah satu keindahan daerah nusa dua, yah GWK alias Garuda Wisnu Kencana. Perjalanan kurang lebih 1 jam dari Kuta.








Tiket masuknya lumayan lah, 60ribu untuk turis lokal, anak-anak Free entrance, lumayan mahal :)
Tapi pemandangannya memang keren. Kabarnya memang penggarapan patung ini belum selesai sepenuhnya karena kekurangan modal. Si pemahat patung ini tidak mau mendapat kucuran dari modal asing, karenanya pembangunan sempat terhenti dan sekarang sedang dilanjutkan lagi. Si pemahatnya sendiri tidak berada di Bali melainkan di Jogja dan di Bandung. Patung Garuda Wisnu Kencana ini nantinya akan megalahkan ketinggian dari patung Liberty. Ini dari cerita si Pak Putu, sopir kami.

Petualangan hari kedua pun berakhir. Kami diantar kembali ke hotel dan tidur melepas lelah. Herannya si Bocil sampai hari kedua di Bali ini tidak pernah rewel dan mengeluh lelah. Cakep banget anak aku, enjoy dan menikmati setiap moment yang kami lalui liburan di Bali kali ini.

Hari Ketiga

Di hari ini kami merencanakan ke Pulau Penyu. Booking glass bottem boat sudah saya lakukan jauh hari sebelum berangkat ke Bali. Bagi teman-teman yang merencanakan kesini atau mau bermain wahana di nusa dua sebaiknya sudah booking yah jauh hari sebelumnya, karena kalau langsung beli di tempat bisa sangat mahal berkali lipat deh. Saya juga memesan lewat cik Ilen si rental mobil untuk menikmati wahana pulau penyu ini. Sebenarnya selain ke pulau penyu ada banyak wahana lain yang menunggu kalian di nusa dua, misalnya banana boat, jetski, flying fish, parasailing yang ditarik boat, sea walker, dll. Tinggal dipilih saja mau yang mana harga juga bervariasi yah. Tapi berhubung saya bawa bocil yang pas ya hanya glass bottem boat ke pulau penyu. Anak anak dijamin suka.

nusa dua beach


Perjalanan boat dimulai.


Di tengah perjalanan boat kami berhenti dan kami boleh memberi makan ikan di lautan dengan sepotong roti tawar. Tadi sebelum berangkat salah seorang petugas memberi kami bekal beberapa lembar roti tawar untuk memberi makan ikan. Si bocil girang bukan kepalang.


Sampai di pulau kami harus berjalan sekitar 1kilo sampai ke pusat penangkaran penyu berada. Ini dikarenakan kondisi laut sedang surut karena musim kemarau panjang. Tapi it's ok.


10 ribu rupiah kami masukkan ke kotak untuk membantu memelihara satwa-satwa lautan ini. Setiap pagi katanya ada tukik yang dilepaskan ke lautan untuk menjaga ekosistem lautan. Disini ada juga penyu yang sudah berumur 120 tahun, gede banget. Si bocil girang kasih makan penyu pakai rumput laut yang diberikan petugasnya.
Selesai memutari pulau penyu dan berfoto jepret sana jepret sini akhirnya kami pulang ke boat untuk kembali ke daratan nusa dua. 

Pantai Pandawa tujuan kedua setelah pulau penyu. Karena lokasinya di sekitar nusa dua, dekat.



Panas menyengat, ya secara kami kesana masih tergolong siang menjelang sore. Ditawari naik kano oleh para tukang kano, tapi gak berani kalo cuma sama si bocil karena si papa El kagak mau ya sudah nasib gak naik kano, cuma main ombak di bibir pantai saja. Itupun si bocil sudah senang sekali.
Harga sewa kano 40ribu yang ditawarkan tukang kano untuk jangka waktu 1 jam kalau gak salah.

Pantai ini ramainya bukan main. Apalagi kalau liburan, padahal dulu tempat ini tidak terjamah alias belum ada yang tau kalau pantai ini bagus, dulu mata pencaharian para nelayan disini adalah tukang rumput laut. Dan waktu ketika seorang turis asing pergi mencari ombak untuk surfing, ketemulah tempat ini dan mulai tenar deh. Para nelayan rumput lautpun beralih profesi menjadi tukang sewa kano. (info dari si pak Putu-sopir)

Pasirnya putih kasar, air lautnya biru jernih sekali. Keren deh pokoknya. 

Waktu beranjak sore, saya juga sudah booking untuk menikmati sunset sambil makan malam di Jimbaran. 1paket harga berkisar 80ribu. Lumayan mahal ya, menu seafood tapi rasa dibawah rata-rata. Yah, kami hanya membeli view disini.
Banyak turis asing yang datang untuk memesan paket honeymoon mereka, terlihat seekor lobster mendarat di piring mereka. Hehehe-mata jeli banget yah. Karena kalau gak salah hanya paket honeymoon yang ada lobsternya.

Banyak warung berjejer di pantai ini yang menawarkan makan malam sambil menikmati matahari tenggelam, jadi kalian dijamin susah memilihnya kalau tidak booking di salah satu warung sebelumnya. Kalau untuk pesan makan malam ini saya memesannya lewat situs warungnya langsung. Banyak warung yang sudah online dan menawarkan booking dengan uang muka dahulu, sisanya tinggal dilunasi ditempat setelah makan usai. Saya lupa nama dan alamatnya apa, tapi banyak kok kamu tinggal googling saja. -keyword: paket dinner di Jimbaran.





Cantik kan sunsetnya..

Hari Keempat


Sebenarnya hari ini hari bebas, kami bebas belanja ke pusat oleh-oleh Krisna dan setelah itu ke bandara untuk pulang ke Jakarta. Tapi berhubung ada kendala penerbangan yang diakibatkan anak Gunung Rinjani yang meletus abu vulkanik yang menutupi bandara, penerbangan kami di cancel.
Yes, putar otak dan tak bisa santai. Antri di loket Garuda Indonesia di Nusa Dua hampir 3 jam lamanya. Dan karena siang harinya saya sudah janjian dengan teman lama yang akan menjamu makan siang kami di rumahnya di daerah Denpasar meluncurlah kami segera kesana. Dan ayam betutu sudah siap dimeja makannya. Lezaatt.
Tak mau ketinggalan selesai makan saya langsung minta diantar ke pusat oleh-oleh Krisna. Setumpuk oleh oleh untuk saudara dan kerabat sudah ditangan itu sudah membuat saya tenang. ;)

Dan teman lamaku ini sungguhlah baik hatinya, kami dipinjaminya mobil untuk berangkat ke Surabaya mengejar pesawat balik ke Jakarta. Tak ada yang bisa kami lakukan selain lewat bandara Juanda Surabaya, mengingat bandara Ngurah Rai sudah ditutup sejak 3 hari sebelumnya, penumpukan penumpang di bandara, dan sampai hari itupun belum tau kapan bandara bisa dibuka kembali. Kebayang begitu bandara dibuka semua penumpang yang sudah menunggu 3 hari sebelumnya antri rebutan pesawat. Dan semua tiket bus habis untuk hari itu. Kami pun berangkat malam itu juga ke Surabaya lewat darat. Berangkat jam 9 malam dari Denpasar jam 12 siang sampai di Juanda Surabaya. Badan kretek-kretek. Jam 2 jadwal pesawat kami terbang ke Jakarta. Opa dan Oma si bocil terbang ke Jogja, kami berpisah di bandara Juanda. Jam 4 sore kami sampai di Jakarta.

Liburan pun usai dengan ceritanya tersendiri. Tak ada penyesalan karena liburan kami berakhir dengan sedikit tidak mulus. 
Tapi kami puas.. 
Thanks God. ^_^


* Semua foto diambil dengan Kamera Fuji X30




Share on Google Plus

About Yannti Basuki

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

11 comments:

  1. Pantai di Bali keliatannya masih bersih-bersih ya jadi pengen kesana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aslamu alaikum wr wb.. bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang perhotelan dan mencapai kesuksesan possiblen yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang, hingga suatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya, akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 575 juta dan di bank totalnya 600 juta , saya sudah stress dan hampir bunuh diri,,anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sementara kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya. dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan MBAH SUGIH hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, ` saya akhirnya bergabung dangan mengunjungi website di www. Pesugihanuanggaibmujarab.com .semua petunjuk MBAH SUGIH saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim, bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH SUGIH silahkan hubungi MBAH di 0853 2118 5474 insya allah beliau akan membantu. alhamdulilah demi allah dan anak saya, akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih MBAH SUGIH saya tidak akan melupakan jasa aki. jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah, saya sudah buktikan demi allah silakan kunjungi website di www. pesugihanuanggaibmujarab .com

      Delete
  2. Bali memang jadi terpoluler di seluruh Indonesia.. Selain tempatnya yang menyejukan hati, penduduk Bali juga ramah dengan para traveler.. Jadi menurut saya ga ada salahnya pake waktu liburan untuk menikmati sejuta pesona di Bali. Dan yang lebih seru bila kita bisa berpetualang ala backpacker dengan menggunakan Jasa Sewa Motor Murah di Bali Selamat mencoba guys

    ReplyDelete
  3. Bali emang gak ada mati nya nih... Jika perlu transport di bali bisa call 081338821975 ya boss... Bisa langsung saya jemput di bandara. Salam kenal ya boss.

    ReplyDelete
  4. indah bangeet:) aku mau kenalin nihh service IPHONE,MACBOOK,IMAC,IPAD yuu langsung kunjungi JASA SERVICE IPHONE IMAC MACBOOK IPADIPOD DI BANDUNG DAN HARGA TERMURAH

    ReplyDelete
  5. Sewa Mobil Lepas Kunci di Bali mulai Rp. 170rb / 24 Jam
    Mobil yang kami sediakan dijamin bersih, terawat, anda bisa memilih mobil sesuai kebutuhan anda mulai dari sewa mobil setir sendiri (lepas kunci), sewa mobil dengan sopir . Kami berkomitmen memberikan harga termurah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kami.

    +6282144395183(Mobile)
    +6281999159481 (WhatsApp)

    www.balimobillepaskunci.com

    ReplyDelete
  6. So far so good hehehhe....
    Menarik pengalaman perjalanannya ke bali bersama keluarga untuk di ikutin.

    Mungkin next time coba di revisi untuk travelokanya. Kok jawdal delay penerbanganya tidak dicantumkan pada saat reservasi hahahah...
    Beresiko banget perjalanan mengesankan ke tanah lot hampir tersandera :) karena nunggu penerbangan delay.

    Btw kalo bedugul dan tanah lot diwaktu yang sama bisa lebih hemat waktu.

    Kalo watersport ke tanjung benoa, bener banget tuh. Jangan coba2 kesana tanpa reservasi. Harganya berlipatnya bisa ampe 10x lipat.

    Mungkin tambahanya di jimbaran juga bisa ditambahkan menggunakan paket makan online. Resiko juga kena harga berkali lipat

    ReplyDelete
  7. seru banget lihat ceritanya hehe,,jadi pengen ke sana lagi...
    oh hia bagi temen-temen yang ingin berkunjung ke bali dan bingung mencari penginapan murah, bisa lihat info detailnya di blog saya ..terima kasih :)

    ReplyDelete