Killer Soft Bread - Ikutan buat yuk.. ^_^

killer soft bread
Berawal dari sebuah profile picture seorang teman di aplikasi blackberry saya yang sering banget ganti menampilkan berbagai macam bentuk roti, dari roti sobek sampai roti manis. Namanya Sinta. Lalu saya penasaran menanyakan resep dan cara membuatnya. Ternyata resep soft bread nya diambil dari instagram. Gak pakai waktu lama saya searching di instagram, di google, dan wow ternyata roti ini lagi booming ya.. Seenak apa sih sampai semua orang yang sudah mencobanya bilang enak dan empuk dan lembut banget. Wah saya jadi ikutan penasarankan, gimana enggak coba?

Si Sinta bilang, gampang banget ini resep, sumprit. ^_^. Dan langsung saja saya tancap gas ke dapur untuk mempersiapkan segala bahannya, kebetulan bahannya pun gampang jadi semua bahan sudah tersedia di lemari dapur saya. Ujung pangkal resep ternyata diambil dari blognya mbak Victoria Bakes, ini dia resepnya.

Saya sudah mencobanya beberapa kali, dari yang diulen sampai 3 jam tapi tak kunjung kalis, adonan yang tak mau mengembang ketika diistirahatkan, sampai yang 3 kali terakhir buat ini berhasil. Tapi 3 kali buat ini pun hasilnya berbeda beda. Hehehehe. Entah kenapa ya, mungkin saya terlalu banyak improvisasi ya teman. 
Kesalahan pertama ketika membuat yang paling pertama kali adalah saya tidak melihat jenis tepung, langsung hantam saja buat. Dan hasilnya selama 3 jam menguleni sampai tangan rasanya mau copot dan perut terasa keroncongan si adonan tak juga mau kalis. Padahal kalau membuat roti dan tidak kalis langsung dibentuk, hasilnya ya roti tak akan mengembang alias bantat. Jadi jangan memaksakan seperti saya ya teman, kalau adonan belum kalis ya di ulen terus sampai kalis entah itu sampai besok harinya juga ulen terus yaaa.. ^_^ hehehe, bercanda.. Kemarin saya paksa itu adonan, padahal belum kalis tapi karena sudah capek ngulen saya bubuhi tepung untuk penggilesannya dan susun di loyang. Hasilnya ya itu, adonan lemas dan tak mau mengembang walau didiamkan satu jam. Saya coba masukkan ke oven, dan tetap saja, roti saya bantat. Ohh, jangan ditiru yaa. ^_^

Setelah buat beberapa kali dan capek, karena waktu ngulen yang lama, akhirnya saya menyerah dan berkonsultasi dengan si papa. Eh, gak disangka masukan si papa kok manjur. Katanya, "tepungnya beda kali". Dan telusur punya telusur, tepung yang selama ini saya pakai itu adalah tepung terigu berjenis protein rendah. Seketika saya googling, dan memang ternyata jenis tepung untuk membuat roti dan cake itu berbeda teman. Untuk membuat roti diperlukan tepung terigu protein tinggi yang digunakan untuk mengikat banyak air sehingga adonan akan mudah kalis. Contoh tepungnya adalah Cakra. Sedangkan untuk membuat cake tidak diperlukan pengikatan air, jadi menggunakan tepung terigu protein rendah saja, contoh tepungnya adalah Kunci Biru atau Segitiga Biru untuk terigu protein sedang.

Oke, dan kali ini saya akan membuat roti lagi dengan tepung terigu protein tinggi. Dan akhirnya setelah sekian lama, berhasil juga roti saya.
Ini roti saya yang pertama:

Mengembang bagus, juga lembut. Untuk rasanya kalau saya dengan takaran resep itu rotinya terasa asin dan kurang manis.  Dan saya belum puas untuk membuatnya lagi. Saya pun membuatnya lagi dengan takaran gula ditambah jadi 50gram tapi untuk susu saya menggunakan susu kental manis.

killer soft bread

Kali ini roti saya lembut banget, rasanya juga hampir pas dengan rasa saya yang doyan manis. Saya buat 2 versi, roti sobek dan roti manis. Untuk tekstur roti sobeknya lebih lembut dibandingkan dengan roti manis. Tapi tak berhenti disini, karena saya itu suka coba-coba, kemarin saya coba lagi. Sebelumnya saya baru saja mendapat sebuah info dari hasil baca-baca di google, kalau membuat roti itu lebih enak kalau tepungnya di mix antara tepung terigu protein tinggi dan protein rendah atau sedang agar rotinya tidak terlalu nyelip di gigi. Alhasil saya percobaan lagi deh. Dengan komposisi 200 gram terigu protein tinggi dan 60 gram terigu protein rendah. Dan hasilnya? Memang harus diakui, rotinya tak selembut yang hanya menggunakan terigu protein tinggi, tapi lumayan empuk.

Untuk isiannya, saya menggunakan meses Ceres yang dituangi sesendok susu kental manis. Rasanya lebih enak bila dibandingkan hanya menggunakan coklat meses saja. Ini juga karena customer saya si boscil yang doyan banget sama cokelat. Kalau isiannya bukan cokelat bakalan gak laku roti saya.. ^_^


Resepnya saya tuliskan lagi ya.

Killer Softbread


Bahan:

260 gram tepung terigu protein tinggi
30 gram gula pasir
3 gram fermipan
180 ml cairan (fresh milk + 1 butir telur)
30 gram butter
3 gram garam *saya skip garam karena saya menggunakan salted butter

Cara membuat:

Campur terigu, gula pasir, fermipan, dan cairan (fresh milk dan 1 butir telur). Ulen sampai kalis. Waktu pengulenan hanya max 30 menit adonan sudah kalis. Lalu jika sudah kalis tambahkan butter. Ulen lagi sampai kalis. 

Lalu bentuk bulat, kemudian gilas dan lipat, jika ingin diberi isi, gilas dan pipihkan adonan beri isian dahulu, bisa meses, abon, selai buah, baru lipat gulung, kemudian susun di loyang yang sudah dioles mentega. Untuk bentuk sesuai selera saja ya.


Diamkan kurang lebih satu jam sampai adonan mengembang bagus. Panaskan oven.
Dan oles permukaan adonan roti dengan kuning telur dan taburi dengan meses atau wijen atau sesuai selera anda. 
Panggang dalam oven kurang lebih 20 menit, sampai permukaan terlihat berwarna kecoklatan dan matang. Segera angkat dan dinginkan.

Roti sudah matang. Disantap hangat lebih nikmat teman. ^_^

Share on Google Plus

About Yannti Basuki

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

2 comments:

  1. halo mba

    saya mau tanya rahasianya apa sih spy roti bisa berserat panjang dan empuk ala killer soft bread?apa karena pake butter?apa karena suhunya pas?atau apa? thx

    saya sudah mencoba sesuai resep persis cm hasilnya bagian permukaan roti empuk cm saat ditekan terasa ada bagian yg keras spt besi dilapisi spon/tidak menul2.saat dimakan bagian tengah roti empuk tp tidak bisa berserat panjang spt dan bagian luar terasa keras spt besi dilapisi spon/tidak menul2 saya pakai margarin bkn butter.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu biasanya pas ngulen. harus sampai kalis gak lengket ditangan.. dan setelah dikasi mentega jadi kalis elastis. lentur. lalu waktu memanggang juga gak boleh kelamaan mbak. kalo kelamaan ya gitu jadi keras. butter juga sedikit mempengaruhi kelembutan rotinya...
      maaf baru liat komen... semoga membantu yah mbak.. ^_^

      Delete